143 Paket JPS di Desa Merbau Didistribusikan

Serumpuntimur.co, Mendahara – Sebanyak 143 paket bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) telah disalurkan di Desa Merbau Kecamatan Mendahara. Penyalurannya, langsung dikoordinir Kepala Wilayah yang ada di Desa tersebut.

Kepala Desa Merbau Amiruddin menjelaskan, setelah tim Kabupaten mendistribusikan JPS tersebut ke Desa, pihaknya langsung menyalurkan ke setiap wilayah (Dusun), untuk dilanjutkan kepada masyarakat.

“Kenapa penyalurannya langsung dikoordinir Kepala Wilayah, karena untuk menghindari berkumpulnya masyarakat di Desa dengan jumlah banyak. Disamping itu jika masyarakat harus menjemput ke Desa maka jarak tempuhnya cukup jauh dan tidak begitu baik, apalagi kondisi musim hujan. Makanya lebih efektif jika penyerahannya ditingkat Dusun,”jelasnya.

Dari 143 paket JPS di Desa Merbau, masyarakat penerimanya tersebar di setiap Dusun. Rinciannya di Dusun Makmur sebanyak 15 paket, Dusun Hidayah 37 paket, Dusun Ria I 23 paket, Dusun Ria II 23 paket, Dusun Wijaya I 21 paket dan Dusun Wijaya II 24 paket. sehingga totalnya 143 paket.

Untuk penerima lanjutnya, ditetapkan berdasarkan Musyawarah Desa Khusus (Musdessus) yang dilaksanakan pada 15 April lalu. Dimana sebelum Musdessus, semua wilayah melakukan pendataan masyarakat kurang mampu atau yang terdampak Covid-19. Kemudian nama-nama tersebut diputuskan didalam Musdes.

Penerima ini katanya, tentu diluar penerima Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang kesemuanya bersumber dari APBN serta bukan penerima BLT yang bersumber dari Dana Desa.

“Bantuan JPS ini bersumber dari APBD Kabupaten. Bantuannya dalam satu paket berupa Beras 20 Kg, Mie Instan 1 dus, Minyak goreng 2 Kg, Gula Pasir 3 Kg dan Susu manis 2 kaleng, dan bantuan ini akan diberikan selama 3 bulan, terhitung bulan April ini,”jelasnya.

Makanya, dalam penyaluran ini tentu harus difahami, bisa saja masyarakat yang tidak mampu tidak mendapatkan bantuan JPS karena telah diakomodir pada bantuan lainnya seperti BLT pusat atau BLT DD. Hanya saja, saat ini belum ada informasi kapan BLT pusat akan digulirkan.

“Tapi saya kira akan digulirkan dalam waktu dekat, karena segala kelengkapan administarsi telah kami lengkapi dan kami serahkan ke Dinas Sosial Kabupaten untuk dilanjutkan ke Pusat. Sementara untuk DD belum digulirkan karena kami masih akan melihat berapa yang diakomodir melalui BLT pusat. Artinya jika dari data hasil Musdesus kemarin ada masyarakat kurang mampu atau terdampak Covid-19 tidak tercoper akan dimasukan dalam penerima BLT DD. Disamping saat ini juga tim relawan masih melakukan pendataan jikalau masih ada masyarakat terdampak Covid-19 yang belum terdata,”jelasnya.

Untuk penentuan penerima BLT DD nantinya akan melului Musdes. Pada Musdes itu nantinya akan disepakati nama-nama yang belum mendapatkan bantuan.

“Penetapan penerima BLT DD tentunya mengacu pada aturan yang ada. Begitu juga teknis penyalurannya. Harapannya dengan adanya Bantuan baik itu yang bersumber dari Pusat, Kabupaten dan DD, tidak ada lagi masyarakat yang terdampak Covid-19 tidak mendapatkan bantuan,”tandasnya. (ST)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *