MUARASABAK,Serumpuntimur- Pemerintah Desa Merbau, Kecamatan Mendahara, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, menggelar kegiatan Sosialisasi dan Penyuluhan Bahaya Narkoba pada hari ini sebagai langkah nyata dalam memerangi penyalahgunaan narkoba di lingkungan masyarakat desa.
Kegiatan ini bekerja sama dengan BNN Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan turut dihadiri oleh berbagai unsur pemerintahan serta masyarakat. Hadir dalam acara ini Kepala Desa Merbau Amiruddin, Sekretaris Desa Merbau, Kapolsek Mendahara IPTU Syafriwal, SE, perwakilan dari BNN Tanjab Timur, Karang Taruna Desa Merbau, serta tokoh masyarakat dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Merbau Amiruddin menyampaikan pentingnya peran semua pihak, khususnya generasi muda, dalam menyebarkan kampanye anti narkoba secara masif. Ia juga mendorong penggunaan media sosial sebagai sarana inovatif dalam menyuarakan gerakan hidup sehat dan bebas narkoba.
“Kami dari Pemdes Merbau sangat berharap masyarakat, khususnya generasi muda, dapat memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan kampanye anti narkoba serta menjadi bagian dari komunitas pendukung gaya hidup sehat,” ujar Amiruddin.
Sementara itu, Kapolsek Mendahara IPTU Syafriwal, SE menegaskan bahwa program ini sangat baik dan bermanfaat bagi masyarakat, terutama dalam memberikan pemahaman tentang bahaya narkoba yang dapat merusak masa depan, baik dari segi kesehatan maupun aspek hukum.
“Kami mengajak pelajar dan pemuda di Desa Merbau untuk menjauhi narkoba, lebih fokus pada pendidikan dan kegiatan positif lainnya. Narkoba bisa menghancurkan masa depan, dan kita semua harus jadi pelindung bagi generasi muda,” tegasnya.
Dalam arahannya, Kapolsek juga memberikan imbauan langsung kepada siswa dan pemuda untuk menjauhi narkoba serta meningkatkan kesadaran hukum sejak dini.
Perwakilan dari BNN Tanjung Jabung Timur, Sakti Wijaya, juga memberikan materi penyuluhan yang menekankan pentingnya peran aktif pemuda dan masyarakat dalam mencegah serta memerangi penyalahgunaan narkoba. Ia mengajak pemuda agar membentengi diri dengan pengetahuan memadai mengenai berbagai jenis narkoba serta modus peredarannya yang semakin canggih.
“Pemuda harus jadi garda terdepan. Jangan hanya pasif, tapi juga harus mampu menolak ajakan penyalahgunaan narkoba dan mengedukasi orang-orang di sekitar mereka,” ujar Sakti.
Tak hanya itu, Sakti juga mendorong para pemuda yang sudah terlanjur terlibat untuk berani melapor dan menjalani rehabilitasi. BNN Tanjab Timur menjamin penanganan yang tepat dan kerahasiaan identitas para pelapor demi masa depan yang lebih baik.
Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang berkelanjutan dalam menciptakan lingkungan desa yang bersih dari penyalahgunaan narkoba dan mendorong partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat dalam mendukung gerakan hidup sehat dan produktif.(red)





