Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gelar Lomba Bercerita, Ini Tujuannya…

Serumpuntimur.com,Muarasabak – Untuk menumbuhkan minat baca dan kecintaan terhadap karya budaya terhadap anak-anak, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Tanjab Timur, menggelar lomba bercerita tingkat Sekolah Dasar (SD) sederajat se-kabupaten Tanjab Timur, Selasa (30/4). Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Perpustakaan ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Arman.

Arman mengatakan,  lomba bercerita ini merupakan kegiatan yang digelar setiap tahunnya. Tujuannya untuk mengembangkan minat baca bagi siswa SD sederajat. Disamping itu, kegiatan ini bertjuan untuk memberikan pemahaman baru dan menjadi ruang bagi anak-anak mengembangkan kreatifitasnya.

“Kegitan juga sebagai promosi kita kepada siswa dan masyarakat tentang pentingnya Perpustakaan  sebagai wahana rekreasi ilmiah. Karena perpustakaan mampu memberikan perubahan intelektual yang lebih fenomenal terhadap wawasan dan pengetahun,”katanya.

Arman juga berharap, agar masyarakat memamfaatkan perpustakaan sebagai sumber informasi. Sebab, Perpustakaan tidak hanya menyediakan koleksi, tapi menciptakan suasana edukatif, kreatif dan penuh insfiratif.

“Lomba bercerita ini merupakan program Perpustakaan Nasional yang disinkronkan dengan program Peprpustakaan dan Kearsipan Provinsi dan Kabupaten. Makanya, pemenang ditingkat Kabupaten ini akan mewakili Tanjab Timur di Tingkat Provinsi. Untuk itu saya berharap kepada semua peserta untuk mengeksplor kemampuannya,”harapanya.

Foto bersama peserta lomba bercerita Tingkat Kabupaten Tanjab Timur

Sementara itu, Ketua Panitia Lomba Bercerita Dewi Etika Sari mengatakan, pada lomba baca kali ini diikuti oleh 44 peserta. Rinciannya, 22 dari siswa dan 22 guru pendamping.  Diharapkan, kepada peserta kita berharap agar mengangkat dan mempopulerkan buku-buku cerita budaya daerah yang mengandung nilai-nilai kehidupan yang baik.

“Dalam lomba ini kami juga berharap agar terpilih siswa-siswi terbaik kita yang mampu mendongeng dan bercerita berdasarkan buku cerita budaya daerah,”harapanya.(Amir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *