Jalan Tol Jambi Satu ini akan Bikin Kita Berasa di Hutan Eropa, Kok Bisa? Ternyata Jalurnya…

Kecamatan8 Dilihat

Serumpuntimur.co, MUARASABAK-Dikutip dari JAMBIEKSPRES.CO.ID, Mungkin hanya di Jalan Tol Trans Sumatera anda bisa melewati hutan lebat mirip-mirip hutan di Eropa.

Jalan tol trans Sumatera memang akan melewati banyak lokasi menarik. Khusus di Provinsi Jambi panjangnya juga tidak pendek.

Dari Riau misalnya, akan membentang jalan tol Jambi – Rengat sepanjang 198 Kilometer dengan lebar tol 90 meter.

Kemudian dari Sumatera Selatan akan dilalui oleh jalan Tol Betung-Tempino-Jambi sepanjang 169 kilometer.

Menariknya, saat memasuki Provinsi Jambi, pengguna jalan tol akan disuguhkan pemandangan yang sangat unik.

Pengendara akan melewati kawasan hutan yang dipenuhi  pohon-pohon seragam, baik jenis tanaman maupun tinggi tanamannya, semua akan sama.

Melewati kawasan ini kita juga akan merasa berada di luar negeri, seperti suasana desa ala-ala Eropa yang sering muncul di layar lebar.

Dimanakah tepatnya? Ternyata ada di kawasan hutan tanaman industri PT Wirakarya Sakti atau sering disebut dengan WKS.

WKS menanam pohon akasia di kawasan lahannya. Pengusahaan hutan tanaman industri yang dilaksanakan WKS terkait dengan industri pulp di Provinsi Jambi.

Pohon-pohon akasia inilah yang akan jadi pemandangan menarik bagi yang melewati jalan tol Jambi nantinya.

WKS perusahaan pemegang lzin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu pada Hutan Tanaman Industri (HTI) pada hutan produksi seluas 287.166,11 Hektar.

Perusahaan ini memperoleh izin pembangunan HTI di Jambi pertama kali sejak 15 Desember 1989.

Kawasan WKS tersebar di beberapa wilayah di Provinsi Jambi diantaranya Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Kabupaten Muaro Jambi, Kabupaten Batanghari dan Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi.

H Apani Saharuddin,  Asisten I Setda Provinsi Jambi mengatakan, kawasan WKS yang dilalui jalan tol nanti berada di Tanjung Jabung Barat dan akan dilalui oleh ruas tol Jambi – Betung.

Kata Arpani, lokasi yang telah ditetapkan untuk jalur tol Jambi – Betung sebenarnya tidak jauh berubah dari dokumen perencanaan yang telah diserahkan oleh Kementerian PUPR.

Terkait lahan hutan tanaman industri WKS yang ikut masuk dalam jalan tol, Gubernur Jambi juga telah meminta percepatan pada  Dinas DPMPTSP dan Dinas Kehutanan Provinsi Jambi.

“Terkait hal ini, tentu ada pertimbangan teknis yang harus disiapkan karena terkait kawasan hutan,” lanjutnya.

Feri menambahkan, sebenarnya pelaksanaan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) tahap II sepanjang 574 kilometer pada pertengahan 2022 namun baru akan dimulai tahun 2023.

Terdapat 3 ruas yang masuk dalam tahap kedua, yakni ruas Betung—Tempino—Jambi dengan total panjang 169 kilometer dan nilai investasi Rp.25,2 triliun, Jambi—Rengat yang membentang sepanjang 198 kilometer dengan nilai Rp.34,19 triliun, dan Rengat—Pekanbaru sepanjang 207 kilometer dengan nilai Rp.43,47 triliun.

Sementara itu, Gubernur Jambi Al Haris mengatakan pengerjaan jalan tol Jambi-Betung seharusnya akan selesai pada akhir tahun 2024 mendatang.

“Ini adalah arahan langsung dari bapak Presiden agar akhir tahun 2024 ini sudah bisa dinikmati masyarakat kita, nantinya angkutan barang dan orang menjadi lancar sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat kita,” tutupnya.

Sebelumnya, Kementerian PUPR RI mengatakan, Jalan Tol Jambi di Provinsi ini terus berproses.

Ada dua ruas Tol direncanakan yakni ruas Jambi – Batas Rengat sepanjang 116 Kilometer (km) dan ruas Tempino- Jambi sepanjang 33,9 km dengan lebar 90 meter dari 60 meter yang dipergunakan.

Targetnya, pada 2024 tulang penghubung (backbone) Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang ada di Provinsi Jambi ini bisa terkoneksi dengan ruas tol Provinsi lainnya yang sudah diresmikan sebelumnya.

Berdasarkan data yang diperoleh Jambi Ekspres dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Pengadaan Tanah Jalan Tol Wilayah II dari Direktorat Bebas Hambatan Kementerian PUPR yang telah ditugaskan di Jambi, disebutkan PPK jalan tol ini, terbagi menjadi tiga.

Yakni PPK Jambi- Rengat 1 (Muaro Jambi dan Batanghari), PPK Jambi-Rengat 2 (Tanjab barat), serta PPK Jambi- Betung I (Muaro Jambi).

Dari data yang disampaikan PPK, Jambi Ekspres menghitung ada sekitar Rp2,1 Triliun berdasarkan dokumen perencanaan pengadaan tanah (DPPT) anggaran untuk pembayaran ganti untung lahan masyarakat yang dijadikan jalan tol Jambi ini.

Rinciannya untuk Jambi-Rengat dianggarkan Rp408 Miliar sedangkan Tempino –Jambi lebih besar dianggarkan Rp1,7 Triliun .

Ini juga menyesuaikan dengan proses pengukuran dan persetujuan dari pemilik lahan dari harga yang ditetapkan tim independen penilai (aprassial) harga lahan, yang dilanjutkan dalam daftar nominatif (danom).

Dan proses akhir pembayaran akan dilakukan APBN melalui dana dari Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).

Untuk pembebasan lahan dan pekerjaan fisik Jambi- Rengat akan lebih dahulu dikerjakan mengingat ruas ini yang terlebih dahulu diproses di Jambi. (tam)

Sumber : JAMBIEKSPRES.CO.ID

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *