Kelurga Korban Harapkan Perhatian KT

HOT NEWS9 Dilihat

MUARA SABAK – Meski keluarga 5 orang korban yang meninggal dalam tongkang PT Kurnia Tunggal (KT) pada dasarnya sudah menerima takdirnya. Namun tetap saja dari pihak keluarga mereka berharap belas kasihan dari perusahaan yang bergerak di bidang kelapa kopra itu atas musibah tersebut.

Pasalnya, kelima korban itu betul betul merupakan tulang punggung keluarga mereka. Hal ini diungkapkan oleh Amri Sulaiman, besan korban Anuar alias pak Udak.

“ Keluarga berharap kepada pihak menejer PT Kurnia Tunggal dapat bersilaturahmi kepada keluarga korban secepatnya. Ini agar keluarga kita bisa mendengar bagaimana perhatian perusahaan itu atas musibah ini” kata Amri kepada serumpuntimur .co pagi ini.
Menantu korban, Anuar alias pak Udak, yakni Ade Takatta, disela sela siara makam mertuanya pagi ini, kepada serumpuntimur.co, menjelaskan, pihak PT Kurnia Tunggal (KT), di hari pertama musibah tersebut, sudah ada menemui keluarga dan memberikan bantuan keperluan pemakaman. “Kita berterima kasih karena sudah ada perhatian awal dari pihak perusahaan. Namun kita tetap berharap pihak perusahaan kopra kelapa itu menunjukkan kepedulian kepada keluarga kami dan korban lainnya” sebut ade.

M Sobri, ipar Anton yang juga korban dalam musibah itu, saat di hubingi, juga mengatakan hal yang sama. Tetap mengharapkan pihak KT menunjukkan perhatian seriusnya kepada keluaraganya. “ Memamg itu sudah ajal bang Anton dan kita sudah iklas dengan kepergiannya. Namun kan ini Musibah yang di sebabkan oleh perusahaan”kata Sobri.

Untuk di ketahuai, Anwar dengan Anton ini bukanlah karyawan PT KT tersebut. Mereka berdua hanya datang ke lokasi musibah karena diminta untuk menolong korban 3 orang karyawan PT KT yakni Ahim, Candra dan Sandrang. Tiga orang ini diketahui masuk dalam palka tongkang dan tidak keluar dan meninggal didalam palka itu karena kehabisan oksigen. Mendapat informasi itulah, Anuar dan Anton menyeberang ke lokasi Tongkang untuk memberikan pertolongam. Karena diantara karyawan itu ada keluarga Anuar. (tam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *