Masyarakat Pematang Mayan Keluhkan Jembatan Roboh Belum Diperbaiki

Muarasabak, Pasca ambruknya jembatan penghubung antar dusun di SK II, Desa Pematang Mayan, Kecamatan Rantau Rasau, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur) yang roboh beberapa wakt lalu menjadi keluhan masyarakat. Karena hingga saat ini, jembatan tersebut belum diperbaiki dan ditutup untuk umum.

Salah satu warga yang namanya enggan ditulis mengatakan, sejak jembatan itu roboh belum juga ada perbaikan dari pihak Pemerintah Desa Pematang Mayan. Akibatnya, aktivitas sehari hari masyarakat menjadi terganggu.

Seperti kapal air, menjadi kendala ketika hendak menempuh jalur tersebut.Dan ia berharap, supaya jembatan yang roboh segera diperbaiki atau diberi jembatan darurat, agar aktivitas warga bisa kembali lancar. Apalagi pemilik Truk dan penyewa mobil telah mengganti rugi uang sebesar 50 juta ke pihak Pemerintah Desa.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Ponirah, salah satu warga parit Atmo, Desa Pematang Mayan berharap, agar jembatan yang roboh itu segera diperbaiki atau dibuat jembatan darurat dengan dana ganti rugi yang telah diserahkan ke pihak Pemerintah Desa. Karena, menurutnya, ketika masyarakat ada keperluan mendesak jembatan roboh tersebut bisa menjadi penghambat.

“Kita harus memutar jauh. Parahnya lagi jika anak anak ingin berangkat sekolah terpaksa harus mutar ke SK III. Kasihan kalau selesai hari hujan jalannya jadi licin,” harapnya.

Menanggapi hal ini, Kades Pematang Mayan, Suhartono ketika dikonfirmasi melalui via telepon mengatakan bahwa, pihaknya akan merembuk bersama masyarakat setempat. Disitu akan diadakan dialog untuk membuat jembatan alternatif untuk sementara.

“Karena ini kan juga membutuhkan dana, jadi kita harus rembuk dulu lah. Insya Allah nanti kita buat jembatan alternatif walau hanya untuk pejalan kaki saja,” pungkasnya.

 

Reporter : Sugianto

Editor : Hipni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *