Pemkab Tanjab Timur Gelar Kegiatan Terpadu Di Kecamatan Sadu

Muarasabak, Rabu (15/7/20) siang, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur) menggelar kegiatan terpadu melalui beberapa OPD di Desa Sungai Itik dan Desa Sungai Jambat, Kecamatan Sadu.

Dalam kegiatan terpadu itu, dilaksanakan sejumlah pelayanan sosial dan penampilan produk khas Tanjab Timur, adapun diantaranya yaitu, KB gratis, sunatan masal, pelayanan kesehatan gratis, sosial parenting, PAUD, Gemarikan dan gelar produk untuk mendukung pencegahan dan penurunan angka stunting di Bumi Sepucuk Nipah Serumpun Nibung.

Pada kegiatan itu, di hadiri oleh rombongan Ketua TP-PKK Tanjab, Hj. Wirdayanti Romi, Ketua Dharma Wanita Tanjab Timur, Nurmaya Sapril, Kadis Perikanan, Ibnu Hayat, Kadis Pengendalian Penduduk dan Keluarga Bencana, Barusman, Kadis Kesehatan, Ernawati, Camat Sadu, Kepala Desa, anak PAUD serta tokoh masyarakat.

Dalam kata sambutan Ketua TP-PKK Tanjab Timur menyampaikan bahwa, semenjak Pandemi Covid-19 muncul mengakibatkan semua orang mengalami kendala untuk menjalani kehidupan normal. Oleh karenanya, memasuki era New Normal saat ini, hendaknya selalu menerapkan protokol kesehatan dengan cara mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir atau dengan Hand Sanitizer, tidak menyentuh wajah dengan tangan yang belum dicuci, menerapkan Physical Distancing serta mengenakan masker dalam setiap beraktivitas.

Kemudian ia menjelaskan bahwa, maksud dari kegiatan Gemarikan itu supaya banyak masyarakat Tanjab Timur bisa memakan ikan. Karena, ikan merupakan sumber protein hewani yang sangat baik untuk pertumbuhan sel-sel tubuh manusia, utamanya untuk perkembangan sel-sel otak yang dimulai saat janin, balita sampai usia dewasa.

“Karena ikan ini kaya akan asam lemak omega 3, vitamin dan berbagai mineral. Selanjutnya juga, mengkonsumsi ikan dapat meningkatkan daya tahan tubuh serta dapat mencegah stunting,” jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, ikan juga dapat membantu menurunkan hipertensi, resiko penyakit jantung dan stroke serta dapat mengurangi resiko depresi dan melindungi mata dari fungsi penuaan.
“Diharapkan, ikan menjadi solusi dalam permasalahan gizi tersebut,” lanjutnya.

Sementara itu, Ibnu Hayat, Kepala Dinas Perikanan Tanjab Timur memaparkan bahwa, kegiatan yang dilaksanakan secara terpadu itu bertujuan untuk pencegahan dan penurunan angka stunting di Kecamatan Sadu. Yang mana, dari data yang ada terdapat 10 Desa yang telah ditetapkan maupun stunting.

“Semoga kegiatan Gemarikan yang dilaksanakan ini dapat meningkatkan status gizi masyarakat untuk membentuk bangsa yang sehat, kuat dan cerdas,” pungkasnya. (ST)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *