Rehab Saluran dan Jalan Penghubung Dusun Jadi Perhatian

Muarasabak, Persoalan rehab saluran dan tanggul menjadi perhatian khusus di Desa Merbau. Hal ini terungkap saat Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) Desa Merbau, Selasa (26/1). Semua Dusun menginginkan agar saluran yang ada dilakukan rehab dan tanggul. Masalahnya perkebunan warga saat ini terendam jika terjadi air pasang tinggi. Kondisi ini diperparah jika terjadi hujan.

“Rehab saluran dan tanggul ini memang sangat dibutuhkan saat ini. Karena ini menyangkut perkebunan masyarakat. Ditakutkan jika kondisi ini berlangsung lama perkebunan warga tidak akan produktif karena terendam air pasang,” ungkap Amiruddin Kepala Desa Merbau.

Amir menjelaskan, ada belasan saluran yang mengalami pendangkalan saat ini. Jika dikalkulasi ada sekitar 60.000 meter yang butuh rehab saluran dan tanggul. Saluran ini juga tambahnya sebagai jalur alternative untuk bagi masyarakat untuk mengeluarkan hasil perkebunan masyarakat.

Bukan hanya itu, cukup banyak usulan yang dimuncul saat Musrembang, selain mengarah ke infrastruktur juga ada peningkatan kapasitas masyarakat. Hal ini mengacu pada program yang ada di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Amir melanjutkan, untuk anggaran APBDes sendiri akan diarahkan untuk menyelesaikan jalan rabat beton penghubung antar dusun. Saat ini masih ada sekitar 6000 meter jalan penghubung antar dusun yang belum tuntas.

“Kenapa ini kita kejar, karena kita ingin membuka akses semua antar dusun hingga ke Ibu Desa. Masak iya, masyarakat harus catar kendaraan air hanya untuk datang ke Ibu Desa. Dan jika akses ini terbuka maka ekonomi masyarakat juga diyakini akan meningkat,”jelasnya.

Usulan yang ada tambahnya tentu mengacu pada RPJM Desa Merbau, yang telah dirumuskan secara bersama-sama oleh tim setelah melakukan penggagasan masalah disemua tingkatan. Selain mengacu pada RPJMdes tentu juga harus melihat apa yang menjadi prioritas penggunaan Dana Desa setiap tahunnya.

“Besar harapan kami apa yang telah direncanakan ini dapat terealisasi. Baik yang melalui APBDes ataupun APBD Kabupaten dan Provinsi,”tandasnya. (ST)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *