Ribuan Hektar Lahan Terendam Di Batara Akibat Banjir

HOT NEWS1 Dilihat

Betara- Ribuan Hektar lahan di Desa Mandala Jaya, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) sudah selama 10 hari terendam banjir.

Sebagian besar lahan yang terendam banjir adalah lahan perkebunan, Baik Pinang, Kelapa Sawit dan tanaman Hortikultura lainnya.

Sekretaris Desa Mandala Jaya, Kudri mengatakan akibat banjir ini aktivitas pertanian menjadi lumpuh.

“Yang terasa itu masyarakat petani disini, pertama kesulitan melakukan pemanenan untuk sawit karena banjir setinggi dada, kedua juga ada beberapa tanaman yang hasilnya tidak dapat diambil seperti pinang, karena buahnya akan hanyut terbawa air saat jatuh dari pohon,” jelasnya, Jumat (25/3/2022).

Untuk pinang sama sekali sudah tidak dapslat dipanen lagi buahnya, namun untuk kelapa sawit jika ingin nekat masih bisa melakukan pemanenan dengan menggunakan perahu apung.

Selain Pinang dan Sawit Kudri juga mengatakan bahwa tanaman pangan banyak yang mati karena terendam air.

Tak tanggung-tanggung banjir yang terjadi di lahan warga ini mencapai ribuan hektar.

“Kalau yang terdampak langsung tergenang seperti ini ada ribuan hektar, hingga ke wilayah ulu sungai,” ujar Sekdes.

Akibat banjir ini juga ada 4 keluarga yang harus diungsikan ke tempat lain karena akses menuju rumahnya terputus, tidak dapat dilewati melalui jalur darat.

“Di sebelah di parit belakang, di parit 4, disana itu benar-benar terisolir, jadi tidak mampu lagi keluar lewat jalur darat,” ungkapnya.

“Terpaksa kami ungsikan ke rumah keluarga, dan ada juga ada yang mengungsi ke sekolahan, karena rumahnya juga rawan bisa dimasuki binatang , terutama ular,” tambahnya.

Selain itu air ini juga menimbulkan bau yang tidak sedap, tentu ini bisa menimbulkan banyak penyakit untuk masyarakat.

Penyebab banjir sendiri dikatakan Kudri diduga karena Intensitas hujan yang tinggi dan pendangkapan sungai betara, padahal semua keperluan pertanian bersumber dari sungai betara.

Namun mengingat debit dan ketinggian air yang belum juga surut selama 10 hari, diperkirakan ada penyebab lain, namun tidak ada yang berani berspekulasi terlebih jauh sampai semuanya terlihat jelas.

Diketahui Kemarin, Kamis (24/3/2022) BPBD Kabupaten Tanjabbar bersama kepala desa dan camat Betara sudah melakukan peninjauan ke lokasi banjir, terutama yang lebih parah, yaitu di daerah Sei Menanti.
(Ardi Putra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *