Tak Diangkut, Sampah di Nipah Berbau Busuk

Serumpuntimur.com,Muarasabak – Karena sampah yang berada di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di parit 7, RT.01/09 Nipah Panjang sudah lama tidak diangkut oleh dinas terkait, maka Lurah Nipah Panjang II Santoso Toyib mengganggap status TPS tersebut menjadi Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Kalau TPS seharusnya sampah jangan sampai menumpuk. Tapi nyatanya sampai sekarang sampah menumpuk. Berarti ini TPS jadi TPA,” ungkap Santoso Toyib belum lama ini.

Ia menceritakan, kalau pihaknya membuat TPS tersebut merupakan inisiatif dari Kelurahan Nipah Panjang II. “Karena kelurahan Nipah Panjang I tidak punya lahan TPS, jadi terpaksa sampah dari Kelurahan Nipah Panjang I dibuang ditempat itu juga. Maka jadilah TPS Kecamatan.

Sementara, petugas kami seminggu dua kali mengangkat sampah untuk dibuang ke TPS. Kalau dibiarkan begini terus, takutnya nanti sampah tersebut bisa menumpuk dan menimbulkan bauk tidak sedap,” bebernya.

Ia mengatakan, kalau persoalan ini sudah sering disampaikan kepada pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH), namun belum ada tindakan. “Masalah ini sudah sering disampaikan pada pihak terkait, Tapi nyatanya, sampai saat ini sudah satu tahun lebih belum juga ada pihak terkait berinisitif untuk mengangkat sampah atau memindahkan sampah tersebut. Karena itu tugasnya DLH,”tambahnya.

Bahkan lanjutnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tanjung Jabung Timur pun sudah pernah turun kelapangan, dan ia berjanji akan membantu empat kontiner sampah.

“Tapi sampai saat ini belum juga ada bantuan tersebut. Saya prihatin melihat keadaan sampah tersebut. Apalagi saat ini musim penghujan, sampah tersebut tidak bisa di bakar,” jelasnya.

Jika sampah tersebut bisa diangkat sekali dalam sebulan, tegasnya, tentunya keberadaan sampah yang terletak dipinggir jalan as tersebut semakin habis. Tentunya menjadi sirkulasi.

“Untuk itu, saya berharap ada sinkronisasi lah pihak DLH. Karena kita sudah di pembuangan akhir. Masalah resiko biaya itu sudah tanggungjawab mereka. Karena saya merasa malu pada masyarakat, apa lagi ada orang lewat merasakan bauk dari sampah tersebut,” katanya. (Amir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *