Pemkab Tanjab Timur Tindak Lanjuti Hasil Penelitian Perahu Kuno Lambur

Muarasabak, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur) melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Litbangda), Kamis (2/7/20) siang, menggelar rapat untuk menindak lanjuti hasil penelitian Perahu Kuno Lambur yang ditemukan di Kecamatan Muara Sabak Timur.

Rapat yang dilaksanakan di aula utama kantor bupati tersebut, dibuka langsung oleh Wakil Bupati H. Robby Nahliyansyah, SH dan dihadiri oleh Staf Ahli bidang Politik Hukum dan Pemerintahan, Imron TB, MPd, Staf Ahli bidang Ekonomi dan Pembangunan, Irwanto, S.Sos, Asisten II yang membidangi Perekonomian dan Pembangunan, Drs. Agus Sadikin, Plt Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi, DR. Sri Purnama Syam, SST.M.Sn, pihak BPCB Provinsi Jambi, para OPD, beberapa orang Kabag di Setda Tanjab Timur dan tokoh masyarakat.

Saat membuka rapat, Wakil Bupati meminta supaya hasil rapat yang dilaksanakan dapat sesuai dengan harapan Pemerintah Kabupaten untuk meningkatkan kemajuan pembangunan. Selain itu, ia juga meminta masukan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi maupun BPCB supaya ada history mendalam dari kelanjutan penelitian Perahu Kuno lambur yang kemungkinannya akan mengarah ke jalur rempah.

“Apa yang sudah diteliti, apa yang sudah didapat, ceritakan lah dirapat ini. Supaya nanti tahu dari kelanjutannya yang akan diperbuat dan yang harus dipersiapkan,” pintanya.

Kemudian, dalam penyampaian Asisten II Setda Tanjab Timur menegaskan bahwa, rapat yang dilaksanakan ini merupakan tindak lanjut dari hasil penelitian Perahu Kuno lambur yang beberapa rekomendasinya sudah disampaikan ke Dirjen Kebudayaan. Dengan harapan, ada kelanjutan hasil risetnya. “Pada hasil yang sudah lalu belum sampai ke ujung, karena bukan hanya Perahu Kuno saja, tetapi di sekitarnya ada juga situs siti hawa,” tegasnya.

Selain riset Perahu Kuno, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Tanjab Timur, Zekki Zulkarnaen, S.Sos, merencanakan membuat spice ruote atau jalur rempah. Karena ia beranggap, Tanjab Timur ini merupakan bagian penting dari jalur rempah yang sudah di tindak lanjuti dengan surat yang di sampaikan kepada Dirjen Kebudayaan.

Kemudian ia menjelaskan, kalau penelitian di tahun 2019 lalu itu bermaksud untuk menjawab permasalahan mengenai bentuk, ukuran, dan usia perahu. Sedangkan tujuan penelitian atau tindak lanjut di hari ini, akan merekonstruksi budaya maritim di situs tersebut dan juga kaitannya dengan situs-situs lain di sekitarnya.

Memang, katanya, pada saat penelitian di tahun 2019 yang dinahkodai Arkeolog dari Universitas Indonesia, Ali Akbar, bersama Tim Arkeologi yang terdiri dari tim UI dan Unerversitas Jambi berhasil mengungkap usia perahu berdasarkan uji pertanggalan absolut pertengahan tahun 1500-an. Akan tetapi, Perahu tersebut melengkapi rekonstruksi kesejarahan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur pada khususnya dan Provinsi Jambi pada umumnya. Dan hal ini, bisa ditarik dari kesejarahan Jambi yang telah diketahui pada periode 7 sampai 13 Masehi. Yang mana, jika mengenai pada periode abad ke -14 sampai 16 Masehi, masih belum banyak diketahui.

Perahu ini, lanjutnya, merupakan salah satu bukti kebudayaan maritim sebelum masuknya Bangsa Eropa ke Indonesia. Dan hal inilah yang menunjukkan bahwa budaya maritim telah ada sebelum abad ke-14—16 Masehi. Apalagi pembuatan perahu kuno yang menggunakan teknik pasak ikat untuk menyambung papan-papan tersebut telah dikenal di Asia Tenggara antara abad ke- 1 sampai 13 Masehi. Artinya, saat itu Tanjab Timur telah disebut-sebut oleh para pedagang Arab dan Persia di abad ke- 10 Masehi dengan nama Zabag.

Dengan hasil ini, cetusnya, Tanjab Timur telah dimasukan sebagai salah satu titik program jalur rempah yang sekarang program ini dijalankan oleh Dinas Budparpora Tanjab Timur. “Dan untuk memperkuat visi maritim Indonesia, tentunya, salah satu inisiatifnya ialah program Jalur Rempah sebagai Warisan Dunia (World Heritage) UNESCO,” cetusnya.

Menanggapi hal ini, pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata maupun pihak BPCB Provinsi jambi menyambut baik dan sangat mendukung dari niat Pemkab Tanjab Timur. “Kami akan mendukung apa yang dilakukan oleh Pemkab Tanjab Timur dalam budaya maritim, dan untuk masuk dalam jalur rempah menuju word heritage, kita bisa menunjukkan bahwa maritim itu ada di Tanjab Timur,” tanggap Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi. (ST)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *